Minggu, 08 November 2009

Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan

Kartika. XI IPA 2 – 15

DATA BUKU
JUDUL BUKU : TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PANGAN
PENULIS : Prof. Dr.H.M.Supli Effendi, Ir.,M.S.
PENERBIT : Alfabeta, Bandung
TEBAL : 202 halaman
CETAKAN : AGUSTUS 2009
ISBN : 978-602-8361-45-3
HARGA : Rp. 35.000,00


MAKANANKU, KESEHATANKU

“Healthy makes Happy”. Dari tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Artinya apabila kita memiliki tubuh yang sehat, kita akan memiliki perasaan, pikiran yang baik sehingga kita pun dapat melakukan akitivitas dengan baik. Makanan adalah kebutuhan pokok bagi setiap manusia, yang sangat diperlukan untuk memulihkan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, mengatur proses di dalam tubuh, menghasilkan energi untuk melakukan aktivitas. Maka dari itu, makanan pun harus dapat diolah dengan baik dan benar karena apa yang kita makan akan mempengaruhi kondisi jiwa dan raga kita.

TEHNIK-TEHNIK PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PANGAN

Buku ini memberikan keterangan yang sangat jelas dan terperinci mengenai teknik teknik pengolahan dan pengawetan pangan. Pengolahan dan pengawetan bahan makanan dibagi menjadi 3 yaitu secara kimia, fisika maupun menggunakan mikrobiologi. Pengolahan dan pengawetan makanan secara fisika bisa dengan menggunakan suhu rendah dan suhu tinggi. Sedangkan, proses pengolahan dan pengawetan makanan secara kimia, dilakukan dengan cara irradiasi, memberikan bahan tambahan makanan (BTM)/ zat aditif, seperti iodium yang ditambahkan ke dalam garam dapur, ataupun vitamin D ke dalam susu, serta fermentasi. Pengolahan dan pengawetan makanan menggunakan mikrobiologi termasuk pengolahan makanan secara biologi.

Dengan penjelasan yang sangat detail itu, pembaca dapat dengan mudah membayangkan/berimajinasi proses pegolahan dan pengawetan makanan ini, serta membuat pembaca dapat membandingkan kelebihan maupun kekurangan cara-cara pengolahan dan pengawetan makanan, alhasil pembaca dapat menentukan dengan cara apa mereka ingin mengolah dan mengawetkan makanan. Tabel- tabel (tabel bahan makanan,zat pewarna, bahan pengatur asam,bahan pengeras) yang hampir ada di setiap bab di dalam buku ini sangat mendukung tulisan penulis sehingga pembaca lebih mudah mengerti tentang topik yang dibahas. Selain itu grafik- grafik (grafik pemanasan, pengeringan, suhu,kandungan air) juga menarik untuk disimak.

TAK BERBAHAYA
Prof.Supli Effendi juga berhasil mengoreksi berbagai perspektif orang-orang umumnya tentang pernyataan bahaya apabila menggunakan zat aditif dengan kalimat yang lugas dan mudah dimengerti. Sesungguhnya, bahaya penggunaan bahan aditif bagi konsumen disebabkan karena penggunaan bahan-bahan kimia yang tidak semestinya, seperti pemakaian boraks,formalin, terusi untuk pengawetan makanan. Ada juga beberapa zat aditif yang boleh digunakan namun harus sesuai dengan prosedurnya seperti sulfit,nitrit,BHA,BHT dan benzoat. Selain itu, juga disebabkan oleh penggunaan bahan pengawet secara berlebihan, Buku ini memberikan batas penggunaan bahan pengawet makanan yang sangat jelas, misalnya kita tidak boleh menggunakan lebih dari 600 mg/kg asam benzoat untuk mengawetkan makanan disertai dengan akibat apabila kita tidak menaati aturan tersebut.

HOME INDUSTRY

Kemampuan kita untuk berwirausaha / berbisinis makanan, maupun memasak juga dapat diasah melalui buku ini. Selain itu juga dapat meningkatkan sikap ilmiah kita, keingintahuan dalam membuat suatu produk. Buku ini memberikan cara-cara yang sangat teratur dan terarah seperti membuat yoghurt beraneka rasa, membuat kecap, vinegar, tempe, tahu , roti, dsb, walaupun sederhana dan mudah untuk dibuat , namun kita dapat mencoba membuat makanan tersebut, dan menggunakan bahan-bahan yang lebih alamiah. Misalnya dengan membuat tahu sendiri, kita tidak akan menggunakan formalin, sehingga membuat tubuh kita lebih sehat. Reaksi-reaksi kimia yang dijabarkan di dalam buku ini juga sangat jelas dan membuat pembaca juga akan mengetahui reaksi kimia dalam proses pembuatan kecap. Dengan membaca buku ini, pembaca dapat mulai memperhatikan makanan yang selama ini dikonsumsinya, seperti kandungan apa saja yang terdapat di dalam sebuah makanan, apakah landungan gizi di dalam suatu makanan sudah memenuhi standar kebutuhan kita sehari-hari,dll...

Dalam sisi kualitas, buku ini memberikan banyak pengetahuan yang bermutu kepada kita, namun ilustrasi (gambar) di dalam buku ini kurang banyak dan kurang menarik sehingga mengharuskan pembacanya untuk berimajiasi sendiri tentang berbagai produk maupun proses-proses pengolahannya. Hal ini mengakibatkan dapat terjadinya perbedaan persektif/ gambaran seseorang dengan persektif penulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar