Minggu, 15 November 2009

Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok

XI IPA 1-29 Richie

Judul buku : “Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok”
Pengarang : Muhammad Jaya
Penerbit : Riz’ma
Cetakan : Pertama
Jumlah halaman : 136 hal.

Selama ini masyarakat hanya mengenal dunia yang sangat sempit mengenai rokok. Kita hanya mengenal sedikit racun yang dikandungnya dan bagaimana racun itu bekerja di dalam tubuh kita.
Masih banyak lagi racun yang terkandung di dalamnya. Sekitar 4000 elemen pembuat rokok dan 200 di antaranya sangat berbahaya bagi tubuh kita. Siapa sih yang tidak terkejut bahwa masih banyak racun yang ada di dalam rokok tersebut dan kita tidak mengetahuinya? “Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok” merupakan buku yang akan menguak rahasia-rahasia kejahatan rokok. Bolehlah kalau kita tahu siapa pengarangnya. Muhammad Jaya, pengarang amatir ini baru saja mencetak beberapa buku dan yang paling dipopulerkan olehnya, salah satunya adalah buku ini.
Buku ini menunjukan beberapa fakta yang cukup merinci untuk dipahami. Dapat kita lihat bagaimana sang pengarang memaparkan seberapa bahayanya rokok itu bagi tubuh manusia. Beberapa zat yang terkandung di dalam rokok dan tidak diketahui oleh masyarakat umumnya, dijelaskan terperinci bagaimana zat itu mempengaruhi organ tubuh kita, bagaimana zat itu bekerja di dalam tubuh kita, dan apa dampaknya bagi tubuh kita.
Pengarang juga menjelaskan bagaimana rokok itu berperan di dalam lingkungan masyarakat. Menurut Beliau, kesadaran masyarakat yang kita lihat sekarang ini mulai menurun akan kualitas kesehatan yang dialaminya. Fakta menunjukkan bahwa hampir 2 juta anak-anak antara umur 7-18 tahun dapat menghabiskan 8 batang rokok per hari.
“Sebanyak 89 persen masyarakat tertarik untuk menghisap rokok karena melihat iklan rokok yang dihisapnya itu” . Dapat disadari pula bahwa salah satu pendorong yang cukup besar bagi masyarakat untuk menghisap benda mematikan itu bisa dijadikan tanda tanya besar bagi pembaca. Di dalam buku inilah semua akan dibahas dan dijelaskan.
Penonjolan pada buku cukup mengenai sasarannya. Bahasa yang digunakan pun cukup mudah dipahami oleh pembaca. Beberapa topik yang disampaikan sempat dilakukan berulang kali. Kalau kita mencermati lebih baik, akan ada beberapa kalimat dan inti dari sekian paragraf yang sama. Akan tetapi, kekurangannya itu dapat tertutupi oleh segudang pengetahuan mengenai rokok itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar