Minggu, 08 November 2009

Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat


XI IPA 2 - 28 Ratri Yuli Ayunita

Judul : Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat
Penulis : Drs. Heryando Palar
Penerbit : Rineka Cipta
Tebal : 152 halaman

Dalam dasawarsa terakhir ini, ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu hal yang sulit untuk dicerna, apalagi kimia. Baru menyebut judulnya saja orang bias membayangkan rumus-rumus kimia yang rumit. Namun tak dapat dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan dibutuhkan dalam keseharian hidup manusia. Drs. Heryando Palar berhasil mengemas suatu relasi antara kimia dengan ekologi dalam suatu buku yang berjudul Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Penjelasan ringan namun ilmiah yang di dalamnya yang membuat karang Drs Heryando Palar terasa menarik untuk dibaca.
Buku ini juga memiliki gereget tersendiri karena sifatnya yang mengimbangi dengan keadaan lingkungan tempat manusia hidup. Fakta bahwa manusia hidup di suatu lingkungan yang pada dasarnya terus berkembang juga mengusik kesadaran pembaca bahwa perlu adanya kesadaran untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada lingkungan kita.
Semua orang, tidak hanya Drs. Heryando Palar, tahu bahwa revolusi industri dan revolusi kimia merupakan cikal-bakal terjadinya pengerusakan lingkungan. Awalnya manusia memang tidak mengetahui bahwa bahan-bahan hasil pembakaran industry dapat berdampak buruk bagi makhluk hidup, namun hanya selang 15 tahun, kita semua dapat melihat penyakit-penyakit baru yang tiba-tiba muncul dan sulit disembuhkan, bahkan menyebabkan kematian. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa jumlah kematian dan penyakit semakin bertambah? Bagaimana proses pengendapan racun yang berujung pada kematian? Semuanya diulas oleh Drs. Heryando Palar dengan bahasa yang ringan, namun tetap mengacu pada ilmu kimia dan ekologi.
Penyajian buku ini terstruktur dan mudah dimengerti. Drs. Heryando Palar mampu menempatkan dirinya sebagai orang awam yang baru mengenal kimia. Beliau memaparkan penjelasan mengenai toksikologi, pencemaran lingkungan dan pengertian logam berat dalam suatu paragraf-paragraf ringan dengan penjelasan yang mendetail. Setelah merasa cukup dengan penjelasan awal, Drs. Heryando Palar mulai menyajikan bahan-bahan kimia apa saja yang dapat memicu terjadi perusakan lingkungan. Drs. Heryando Palar sekali lagi menunjukkan kemampuan menulisnya dengan menjelaskan masing-masing logam berbahaya dengan struktur bahasa yang mudah dimengerti.
Kendati buku ini mengundang pujian dari banyak pihak, termasuk dari kalangan pengamat lingkungan maupun dari masyarakat luas, ternyata masih ditemukan beberapa kekurangan, diantaranya adalah cetakannya yang kurang memuaskan. Cetakannya terlihat lusuh dan kurang menarik. Namun terlepas dari itu semua, buku ini layak untuk dibaca.
Drs. Heryando Palar mengawali bab dengan sangat baik, yaitu penjelasan mengenai toksikologi. Bagi orang awam, toksikologi terdengar sangat asing. Oleh karena itu Drs. Heryando menjelaskan secara rinci mengenai toksikologi. Secara singkat, toksikologi merupakan bidang ilmu khusus yang mempelajari mengenai racun. Awalan bab ini lah yang memudahkan pembaca untuk menangkap maksud dari buku ini, bahwa Drs. Heryando akan menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan toksin.
Selanjutnya Drs. Heryando membahas mengenai pencemaran lingkungan. Drs. Heryando melihat secara luas bahwa semua individu mengenal arti dari pencemaran lingkungan, maka beliau memaparkan dengan lebih rinci dari sudut pandang ilmu kimianya. Dalam bab ini Drs. Heryando berhasil menjelaskan hubungan antara pencemaran lingkungan, toksin dan bahan-bahan kimia.
Bab-bab selanjutnya lengkap menjelaskan secara rinci mengenai logam berat yang dapat merusak lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan manusia. Drs. Heryando berusaha menyajikan buku ini dalam bentuk yang lebih menarik, tidak hanya dengan rumus-rumus kimia yang cenderung rumit, tetapi juga dalam bentuk tabel agar mudah dibaca dan dipahami.
Dengan demikian, buku ini tidak hanya disajikan demi kepentingan orang-orang yang bergelut dalam bidang kimia dan ekologi, tetapi juga disajikan untuk masyarakat luas yang sebaiknya tahu seluk-beluk lingkungan hidup, terutama penyebab-penyebab kerusakan yang terjadi ternyata berasal dari ulah manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar