Minggu, 08 November 2009

Pengantar Teknologi Pangan

Veronica Ratnasari XI IPA 2 / 34

SEKILAS TENTANG TEKNOLOGI PANGAN

Judul Buku : Pengantar Teknologi Pangan
Pengarang : F.G. Winarno
Srikandi Fardiaz
Dedi Fardiaz
Penerbit : PT Gramedia, Jakarta,1980
Halaman : xi + 92 Halaman

Pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan makanan dibahas dengan cukup lengkap dalam buku yang berjudul “Pengantar Teknologi Pangan” karya tiga orang pengarang yang merupakan pengajar pada Fakultas Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian di Institut Pertanian Bogor.
Melihat judul buku, sepertinya buku ini lebih ditujukan kepada orang-orang dari dunia pertanian (terutama bioteknologi), dan pangan. Namun membaca keseluruhan isinya, buku ini sebenarnya bisa dibaca oleh siapapun yang ingin tahu lebih jauh tentang dunia pangan. Penulis membuat buku ini karena dorongan oleh keringnya pustaka dalam bahasa Indonesia di bidang pengetahuan Teknologi Pangan. Hal ini mungkin karena bidang tersebut relatif masih baru di Indonesia pada tahun 1980.
Buku yang terdiri dari 10 bab ini merupakan pengenalan dan memberikan informasi awal tentang teknologi pangan. Teknologi pangan seperti yang kita ketahui pasti berhubungan dengan biologi, namun dalam buku ini tidak hanya berisi tentang pengetahuan dalam bidang biologi saja, tetapi juga terdapat unsur-unsur kimia seperti pembahasan tentang asam, rumus bangun kesepuluh, pemecahan molekul air oleh karena radiasi sinar gama, dan lain-lain.
Awal isi dari buku ini, dibahas mengenai kandungan yang terdapat dalam makanan, seperti karbohidrat, lemak, dan lain-lain sehingga kita dapat mengetahui asam amino dalam protein yang bagus untuk orang tua dan anak-anak, struktur berbagai macam lemak dan gula sederhana, serta mayonnaise yang ditambahkan emulsifier sebagai penstabil sehingga lemak dan air dalam mayonnaise tidak terpisah.
Makanan yang kita konsumsi terkadang mengalami kerusakan dan buku ini membahas faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan bahan pangan dan bagaimana proses kerusakan tersebut. Namun tidak hanya pembahasan mengenai kerusakan saja, melainkan juga cara mengatasi agar makanan dapat bertahan lama dan terhindar dari mikroba, seperti pengawetan dengan suhu tinggi maupun rendah.
Pembahasan mengenai proses pengeringan terhadap bahan makanan juga penting, karena pengeringan memberikan banyak keuntungan seperti, makanan menjadi lebih awet, volume menjadi lebih kecil, berat menjadi berkurang, mempermudah dan menghemat ruang pengangkutan, dan yang terpenting bagi produsen adalah, biaya produksinya menjadi lebih murah. Melalui pengawetan dan pengeringan, makanan dapat mengalami berbagai perubahan, seperti warna, sifat, mutu, dan yang lainnya. Namun dengan membaca buku ini, kita dapat menganggulangi berbagai kemungkinan-kemungkinan perubahan tersebut sehingga kualitas makanan yang dihasilkan tetap baik
Mikroba tidak harus selalu disingkirkan dari makanan karena beberapa makanan juga memerlukan mikroba seperti yoghurt, anggur minum, tauco, dan tempe. Kegiatan menambahkan mikroba ke dalam makanan disebut fermentasi, dan seperti halnya pengawetan dan pengeringan, fermentasi juga dapat membuat beberapa perubahan dalam makanan, oleh karena itu kita dapat mengetahui proses fermentasi yang tepat dan baik dengan membaca buku ini.
Makanan yang sudah diolah perlu diperbaiki warna, bentuk, rasa, tekstur, atau memperpanjang masa simpan, oleh karena itu perlu adanya aditif makanan atau food additive seperti bahan pengawet, antioksidan, pengikat logam, emulsifier, pengental, pemutih, asam, pewarna, pemanis, dan lain-lain Semua hal tersebut dibahas dalam buku ini, sehingga kita dapat mengeahui jenis maupun cara penggunaannya. Akhir dari buku ini dibahas juga cara pembungkusan dan pengepakan makanan yang baik agar dapat melindungi makanan dan tidak mempengaruhi makanan yang terdapat di dalamnya.
Secara keseluruhan, buku ini baik dibaca untuk pengenalan tentang dunia pangan, karena pembahasan dilakukan secara bertahap dan tidak terlalu mendetail, sehingga tidak hanya orang yang ahli dalam bidang pangan saja, melainkan semua orang dapat mengerti dalam membaca, namun banyak istilah ilmiah yang tidak diberitahu artinya, selain itu juga banyak istilah yang ditulis dalam bahasa Inggris, tanpa ada keterangan dalam bahasa Indonesianya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar